Nikmatnya Kepala Kakap Racikan si Abah

http://images.detik.com/content/2012/03/30/287/slkedaiabahctt.jpg
Restoran yang satu ini memang tergolong unik karena menyajikan hidangan dari ranah Melayu-Riau. Ada otak-otak Melayu yang unik, pucuk pakis, sampai kepala ikan kakap asam pedas yang lemak nian. Dimakan langsung dengan tangan wuihh… makin nikmat rasanya!

Restoran ini memang cukup unik dan sedikit berbeda dengan restoran dan rumah makan yang berderet di sepanjang jalan Pesanggrahan. ‘Kedai Abah’ - seperti namanya - mengusung hidangan tradisional dari ranah Melayu-Riau. Saat masuk saya pun disambut dengan langit-langit kayu yang tinggi dan meja-meja kayu yang besar berjejer hingga ke sudut ruangan. Ruangan tersebut dibingkai dengan jendela-jendela kayu yang lebar - persis seperti rumah khas Melayu jaman dulu.

Menu berbahan dasar ikan seperti ikan patin, ikan kakap, ikan nila, ikan bawal dan ikan gurame banyak mendominasi buku menu. Khusus untuk gulai dan asam pedas kepala ikan rupanya menjadi menu andalan tak boleh dilewatkan. Oleh karena itu saya pun memesan sepersi kepala kakap asam pedas. Untuk asam pedas ini sengaja saya memesan khusus tanpa memakai santan. Selain itu kami juga memesan seporsi ayam spesial dan pucuk pakis. Sedangkan cakwe seafood goreng dipesan sebagai hidangan pembuka.

Tanpa dipesan sang pelayan menyodorkan seporsi otak-otak hangat. Otak-otak Melayu ini berbeda dari yang pernah saya santap. Pantas saja bungkusnya beda, tidak dari kulit pisang melainkan dari daun kelapa. Selain itu ukurannya juga tipis memanjang dengan isian berwarna oranye dengan bahan dasar ikan yang dicampur langsung dengan bumbunya. Tekstur otak-otak ini sedikit lebih liat dengan cocolan saus sambal encer dan bumbu kacang encer yang menciptakan sensasi gurih pedas.

Untuk cakwe seafood sendiri langsung jadi rebutan. Apalagi cakwe dengan isian adonan cacahan udang ini makin enak saat disantap hangat-hangat. Bagian luarnya sedikit garing kontras dengan bagian dalamnya yang empuk. Namun, agar perut tidak kekenyangan sengaja kami tidak menghabiskannya.

Kepala kakap asam pedas yang mengepul dalam piring lebar langsung menyita perhatian kami. Kuahnya berwarna semburat kemerahan sungguh membangkitkan selera. Si kepala ikan ini makin harum menggoda karena dilengkapi daun kemangi dan tomat hijau.

Sengaja saya menyantapnya langsung menggunakan tangan, agar daging di sela-sela tulang kepala ikan dapat terjangkau. Sesekali mulut asyik juga menghisap-hisap gurihnya tulang-tulang kepala ikan. Asam pedas kuahnya yang kemerahan juga sueger… membuat mata merem melek keenakan. Untuk meredam bibir yang merah kepedasan, segelas jagung sari kelapa yang segar meluncur di tenggorokan. Minuman ini terdiri dari daging kelapa yang dicampur dengan jagung manis.

Pucuk pakis yang krenyes crunchy dengan sensasi belachan yang jadi pendaping si kepala kakap juga nyaris tak bersisa. Sedangkan ayam spesial yang dibalut tepung cukup unik dan bumbunya meresap hingga ke dalam. Jika, perut belum kekenyangan karena si kepala ikan tentulah seporsi ayam tersebut bakal habis tak bersisa.

Seporsi kepala ikan kakap asam pedas dihargai Rp 88.000,00, ayam spesial Rp 28.000,00 dan Rp 16.800,00 untuk pucuk pakis. Porsinya yang cukup besar untuk tiap sajian memang paling pas jika disantap beramai-ramai. Penggemar kepala ikan, silahkan mampir mencicipi racikannya si Abah!

Kedai Abah
Jl. Pesanggrahan Raya No.80
Kebon Jeruk
Jakarta Barat
Telp: 021-5890 7223/5890 7224
SUMBER:http://food.detik.com/read/2012/03/30/140451/1881134/287/nikmatnya-kepala-kakap-racikan-si-abah

Gambarnya sih menggoda…
tapi sayang… tempatnya jauh… hahaha

kalo anda pecinta kuliner sejati sih akan tetpe dikejer itu tempat sejauh apa wkkww