Adhama?

1

Serupa bahtera nabi nuh tanpa nahkoda ia terlahir ke lautan omong kosong yang disebut dunia ini, terjerat dalam kasur sang gembala yang tak bisa diterjang, waktu dimana ia dibukakan mata kesini, tempat dimana para mahluk seonggok daging yang diketahui bahwa merekalah manusia, jujur tidak jujur aku waktu itu tak mengenal apapun kecuali aku, disaat aku yang kecil ini berfikir siapa aku? Terlipat kedua tangan memeluk erat tubuh ini disertai keluarnya teriakan tangis tanpa air mata, dan ia berkata “Adhama”.

Tumbuh didalam selimut yang gelap, tanpa penerangan, dibekali buku yang sama sekali tak terlihat, dunia ini memang fana, teriris bagaikan apel, bulat tak beraturan, entah apa yang ada didalamnya, otak yang hanya diciptakan hanya setitik dari Nabi Adam ini tak mampu berfikir. Sebuah Kitab Suci bernama Al-Quran pun menjadi panutan Hidup didalam selimut gembala para hegemoni pengikut setan, tikus tikus pemakan bangkai negara yang sudah hancur, sekian ribu daging berjalan menyusuri dunia dengan kata “Ilmu” yang telah menyinari selimut ini dengan cahaya, terheran aku ingin bertanya, kenapa buku ini tetap tak terlihat?

Tersirat ribuan mimpi tak berujung, yang membuat semua orang tertidur masuk kedalamnya, membayangkan dunia yang lain berbeda keluar dari bedebah tak bertuan yang menggantung dalam dilema, dibekali sepucuk surat harapan yang terusik dengan adanya kemampuan, dan ia berkata " “Keluarkanlah” kemampuanmu, tinggikanlah harapan!" ucap sepotong bibir bertembok besi dari seorang raja bernama Guru, ialah yang menyinari selimut ini.

Terjangkar dalam puputan bertasbih perbedaan, semua orang coba berontak tanpa haluan, dengan cahaya tanpa maknanya mereka berseru teriak “Merdeka” yang tanpa mereka ketahui kelak matahari dikebiri mengkhianati. Abadi hanyalah hawa membutakan umat manusia, terikat oleh setan berazaskan 666, pahit terlingkar diluar ajaran Agama berfikir bahwa dunia yang dibuat ini serasa tak dibuat.

Jalan yang tak dibuat kini semakin hilang keluar dari jalan, seonggok daging kini perlahan menjadi tunas-tunas bangsa yang haus akan zinah, terkuak dalam altar menyerupai pelanduk, waktu berjalan seiring tunas-tunasnya tumbuh menjadi tanduk, mengusik selimut yang tak lagi dalam kasur, mengotori bahtera seonggok daging tak berkepala, kotor semakin carut, aroma semakin bau, maka terbangunlah keluar dari selimut bau ini, dan katakan “BEBAS!”

2

Terparut menjadi butiran tak berjalan, bagai badan tak berkepala mereka berontak, tanpa asal mereka terkoyak, diteduhnya lampu-lampu dipinggiran kota yang kecil ini, tak ada yang membayangkan akhirnya semua lampu-lampu ini jatuh tak dapat bertahan, sesuatu yang dianggap benar tak berujung baik, bahkan sebuah tata produksi dunia paling penting sejajar Agama.

Jelmaan setan tanpa nama yang mempunyai agama tanpa tuhan serentak berjalan diatas debu butiran tiran tanpa ruang kendali, mencoba terkendali dalam khalayak tanpa menapak, berjalan menghembus menerobos segala sesuatu yang menghalanginya serupa tembok cina, beralaskan azas SARA membasmi Tiong Hoa, terkuaknya gembala tak bertuan menguasai Kota dikebiri mengkhianati.

Kasur yang kosong menjadi sesak tak berparu, kobaran sijago merah yang membara, kartta kota yang terus teracak, percuma kau akui bahwa kau yakin adanya tuhan, jika arwah seonggok daging itu tak mau terbang keluar dari sangkarnya, maka bicaralah bahwa kau adalah orang yang sama-sama menjadi jelmaan setan.

Kuputuskan untuk mengakui dan tertarik masuk kedalam kolong kasur yang tak terlihat, bagai orang buta aku melihat dunia yang tidak lagi berdzikir, berkedok kaki pengikut Dajjal, terkuak fitnah tak berujung, tak terlawan walau ingin, terpaksalah mengikuti menjadi domba tanpa gembala dalam kegelapan yang terlihat sebatas sikap tak acuh berjudulkan “Bohong”

Ditabur bintang malam tak bertajuk gemerlap, sunyi tak terkoar dalam murka para domba berkepala serigala, tak ada produk Agama yang bisa dikantongi, lalu terdiam semua terpana dengan datangnya satu bintang tanpa jeda, perdiri tegak bagaikan hunusan guntur Zeus dari hitamnya langit dipagi hari dengan sigap mereka berjalan dengan kaki yang berteriak “BERONTAK”

3

Dikubur oleh emosi ego tanah-tanah para khalayak pembenaran, sekujur tubuh ini terikat oleh ambisi pendiri diksi azas yang hilang saat itu.

Diredam disetiap langkah sepotong kaki-kaki yang menginjak beling perantara para badan penyandang Agama tanpa nama, tersentak oleh kekuatan guntur yang tak ada batasan maksimal, sebuah ruang tanpa atap.

Tak bermulut semua berucap “Maju”, tanpa keluh mereka menginjak pahitnya dunia yang sudah tak bulat dikikis oleh para kanibal pembela Kok-Lir, menghunuskan pedang tak berujung kedalam fananya dunia yang terkotakan.

Dengan memegang bendera tanpa pedang mereka melawan para khalayak bertanduk merah, bagai ceberus tanpa kuda mereka menerkam, tanpa keluh tak ragu keluarkan keringat, menerka terurai bagai jarum merajut senjata tanpa luka, tertusuk tanpa darah, membunuh tanpa dosa, membela haluan perahu pembawa ribuan ayat dalam ratusan lembar bertuliskan Arab.

Terdengar hentakan kaki suara bualan layar 12 inci dari barat, menghipnotis layar lokal yang kecil, membuat ia berdegung menuruni anak tangga yang bertuliskan naik, membuat kami berfikir kita berada diujung sirkulasi per-7 abad.

Diikuti masuknya para daging hasil penggilingan diatas bulatnya roti tak berperasaan, diikuti kerucut putih berselimutkan hitamnya coklat, yang semuanya dipalsukan oleh selimut tikus-tikus politikus terkukus tak terurus.

Waktu berputar seiring hilangnya anak tangga disebelah lift yang hanya bisa turun.

Glosarium

[details=Spoiler]
*Karta: Peta.
*Zeus: Dewa Petir.
*Kok-Lir: Iblis pemakan manusia.
[/details]

ana tunggu novelnya aja dah :merokok:

Keren ceritanya penuh arti,bermakna :malukucing:

Little Update :cemerlang:

Update~~ :maenbola:

Update!!! :minum:

novel nya kapan di release nih bahasanya aduhai banget :nafascinta:

kapan novelnya gan…:merengek: keren banget kalo ada novelnya :berfikir:

Waaa makasih dukungannya, insyaallah kalau emang jalannya bakalan dicetak jadi Puisi Essay :melting:

Fantastique :bangga:

Stay tune aja om wkwk :sombong:

Little update :stress: